Semarang dikenal sebagai kota yang punya banyak pilihan makanan enak. Saat matahari mulai terbenam, suasana kota ini berubah menjadi lebih hidup dengan deretan pedagang kaki lima yang mulai membuka lapak.
Tak heran jika kuliner pinggir jalan di Semarang selalu jadi incaran warga lokal maupun wisatawan yang ingin menikmati makanan lezat dengan harga yang terjangkau. Mulai dari aneka sate, nasi goreng, hingga hidangan khas Semarang, semuanya bisa ditemukan dengan mudah saat malam hari.
Beberapa tempat kuliner pinggir jalan di Semarang sudah berjualan selama puluhan tahun dan tetap ramai hingga sekarang. Hebat kan?? Jangan ragukan lagi cita rasanya. Bahkan, saat ini banyak orang rela mengantre karena cita rasanya yang konsisten dan porsinya yang memuaskan.
Jika kamu sedang mencari rekomendasi kuliner malam pinggir jalan di Semarang yang terkenal dan selalu dipadati pembeli, berikut beberapa pilihan yang layak masuk daftar kunjunganmu.
Kuliner Legendaris yang Selalu Dipadati Pembeli
Saat malam sudah tiba, sejumlah kawasan di Semarang berubah menjadi surga kuliner yang dipenuhi aroma makanan menggoda. Banyak pedagang yang mulai berjualan sejak sore hingga larut malam. Beberapa di antaranya bahkan menjadi ikon kuliner kota yang tidak pernah sepi pengunjung.
Salah satu yang paling terkenal adalah Nasi Ayam Bu Wido di kawasan Majapahit/Simpang Lima Semarang. Menu ini sering disebut raja nasi ayam kremes Semarang. Satu porsi berisi nasi gurih kaldu, ayam goreng kremes yang bumbunya meresap, kremesan, sambel nampol, plus kuah bening. Nggak pake santan, tapi gurihnya nampol banget.
Harga per porsinya berkisar antara Rp20.000 hingga Rp35.000 tergantung lauk tambahan yang dipilih. Lapaknya mulai ramai sejak pukul 18.00 dan sering kali penuh hingga malam.
Pilihan berikutnya adalah Sate dan Gule Kambing 29 yang berlokasi di Jalan Wotgandul Timur. Tempat ini sudah lama menjadi favorit warga Semarang untuk makan malam.
Sate kambingnya terkenal empuk dengan bumbu yang meresap sempurna. Harga satu porsi sate biasanya sekitar Rp45.000 hingga Rp60.000, sedangkan semangkuk gule dibanderol mulai Rp35.000. Menjelang malam, antrean pembeli sering terlihat memenuhi area sekitar warung.
Jika ingin menikmati makanan khas Semarang yang unik, kamu bisa mencoba Tahu Gimbal Pak Edi yang berjualan di sekitar kawasan Simpang Lima. Hidangan ini terdiri dari tahu goreng, lontong, kol, tauge, telur, dan gimbal udang yang disiram saus kacang bercita rasa khas.
Harga satu porsi berkisar antara Rp20.000 hingga Rp30.000. Meski dijajakan secara sederhana, tempat ini hampir selalu ramai pengunjung.
Aneka Makanan Hangat yang Cocok Menemani Malam
Banyak orang mencari makanan berkuah atau hidangan hangat saat malam hari. Di Semarang memiliki banyak pilihan kuliner pinggir jalan yang cocok dinikmati ketika udara mulai terasa sejuk. Selain mengenyangkan, rasanya juga mampu mengembalikan energi setelah seharian beraktivitas.
Salah satu yang wajib dicoba adalah Nasi Kucing dan Angkringan Blendoek yang berada di kawasan Kota Lama Semarang. Tempat ini menjadi favorit anak muda maupun keluarga yang ingin menikmati suasana malam dengan santai.
Harga nasi kucing sangat ramah di kantong, mulai dari Rp4.000 hingga Rp7.000 per bungkus. Pilihan sate usus, sate telur puyuh, dan aneka gorengan juga tersedia dengan harga terjangkau.
Tidak jauh dari pusat kota, terdapat Soto Pak No yang terkenal dengan kuah bening segarnya. Soto ayam khas Semarang ini memiliki rasa ringan namun tetap kaya rempah. Harga per porsinya sekitar Rp18.000 hingga Rp25.000. Lokasinya cukup mudah dijangkau dan sering dipadati pelanggan terutama saat jam makan malam.
Pilihan lain yang tidak pernah kehilangan penggemar adalah Nasi Goreng Babat Pak Karmin yang berada di kawasan Mberok. Meski tempatnya sederhana, warung ini sudah sangat terkenal di kalangan pecinta kuliner. Nasi gorengnya dimasak menggunakan bumbu khas dengan tambahan babat yang empuk dan gurih.
Harga satu porsinya berkisar Rp30.000 hingga Rp40.000. Pada akhir pekan, pembeli bahkan harus bersabar menunggu giliran karena ramainya pengunjung.
Bagi pencinta mie, Mie Kopyok Pak Dhuwur juga layak dicoba. Berlokasi di Jalan Tanjung, kuliner khas ini berisi mie, tahu pong, lontong, tauge, dan kerupuk gendar yang disiram kuah bawang putih. Harga satu porsi sekitar Rp15.000 hingga Rp25.000. Rasanya sederhana tetapi sangat khas dan sulit ditemukan di kota lain.
Jajanan Malam Favorit yang Selalu Dicari Wisatawan
Selain makanan berat, Semarang juga punya banyak jajanan malam yang tidak pernah sepi pembeli. Beberapa di antaranya bahkan menjadi oleh-oleh pengalaman kuliner yang selalu dibicarakan wisatawan setelah pulang dari kota ini.
Lumpia Gang Lombok menjadi salah satu tujuan utama para pencinta kuliner. Meski terkenal sebagai makanan khas Semarang yang bisa dinikmati kapan saja, banyak orang sengaja datang pada malam hari untuk mencicipi lumpia yang baru matang.
Harga satu buah lumpia berkisar Rp20.000 hingga Rp25.000 tergantung jenis isinya. Lokasinya berada di kawasan Gang Lombok yang sudah dikenal luas oleh wisatawan.
Jika ingin menikmati camilan manis, kamu bisa mencoba Pisang Plenet yang banyak dijual di sekitar kawasan kota tua dan pusat keramaian malam. Pisang yang dipipihkan lalu dibakar ini biasanya disajikan dengan olesan margarin serta topping cokelat, keju, atau selai. Harganya sangat terjangkau, mulai dari Rp10.000 hingga Rp20.000 per porsi.
Ada juga Wedang Tahu yang sering dijajakan menggunakan gerobak di beberapa sudut kota. Minuman hangat berbahan sari kedelai ini disajikan bersama tahu sutra yang lembut dan kuah jahe manis. Harga satu mangkuk biasanya sekitar Rp8.000 hingga Rp15.000. Banyak orang memilih menikmatinya setelah selesai berkeliling kota pada malam hari.
Bagi yang ingin mencari suasana kuliner malam yang lebih ramai, kawasan Simpang Lima tetap menjadi pilihan terbaik. Di area ini, kamu bisa menemukan berbagai makanan mulai dari seafood, sate, nasi goreng, martabak, hingga aneka minuman segar. Harga yang ditawarkan juga bervariasi sehingga bisa disesuaikan dengan budget yang dimiliki.
Berburu kuliner malam di Semarang bukan hanya soal mengisi perut, tetapi juga menikmati suasana kota yang masih hangat. Setiap sudut kota menawarkan pengalaman berbeda dengan cita rasa yang khas. Dari makanan legendaris hingga jajanan sederhana di pinggir jalan, semuanya memiliki penggemar setia yang membuat lapaknya selalu ramai setiap malam.
Jika suatu saat kamu berkunjung ke Kota Lumpia, jangan lewatkan kesempatan mencicipi berbagai kuliner pinggir jalan di Semarang yang terkenal enak, terjangkau, dan selalu berhasil membuat orang ingin kembali lagi.

Comments
Post a Comment
Terimakasih telah singgah di Musafir Lalu.
Tinggalkan jejak pemikiran dan perasaanmu di kolom komentar.