Langkah Sunyi di Kota Lama: Belajar Melambat dalam Dunia yang Terburu-buru
“Kadang kita tidak perlu mencari jalan baru, cukup berhenti sejenak di jalan yang sama dan melihatnya dengan hati yang baru.” Beberapa waktu lalu, aku berjalan kaki menyusuri gang sempit di sebuah kota tua. Suasananya jauh dari hiruk-pikuk kota besar, sepeda tua yang terparkir malas, tembok penuh lumut, dan suara langkah kaki sendiri yang terdengar begitu jujur. Tak ada yang mendesak, tak ada notifikasi. Hanya aku, udara pagi, dan waktu yang mengalir pelan. Itulah yang kurasakan di kota lama itu. Tapi bukan kotanya yang membuatku ingin menulis. Melainkan perasaan sunyi yang menenangkan yang kini langka di dunia digital yang menuntut kita untuk selalu cepat. Mengapa Kita Selalu Terburu-buru? Hidup kita hari ini seperti lomba tanpa garis akhir. Bangun pagi langsung cek HP. Jalan sambil nonton reels. Pikiran sibuk bahkan saat makan. Kita jadi terlatih untuk sibuk, tapi tidak terlatih untuk hadir. Lalu datanglah satu momen, ketika kaki ini berhenti di depan jendela tua dengan kaca kusam....