Kuliner Khas Palembang yang Terkenal dan Banyak Dicari Wisatawan


Aneka jenis Pempek lengkap dengan bumbu cuko

Hampir tiap daerah tuh punya satu makanan yang langsung keinget pas nyebut namanya. Palembang? Otak kita pasti langsung keinget Pempek. Tapi jujur, baru kerasa bedanya pas udah nyampe Palembang beneran. Ternyata kulinernya nggak cuma Pempek doang lho. Ada makanan berkuah yang gurih, ada hidangan tradisional yang susah dicari di kota lain, sampe aneka kue yang sering diburu untuk jadi oleh-oleh.

Itulah sebabnya mengapa banyak wisatawan sengaja menyisihkan waktu khusus untuk wisata kuliner di Palembang. Soalnya, semakin banyak yang dicoba, semakin terlihat bahwa Palembang memang punya kekayaan rasa yang sulit dilewatkan begitu saja.

Nah, jika kamu berencana datang ke Palembang atau sekadar ingin tahu makanan apa saja yang populer di sana, beberapa kuliner berikut hampir selalu masuk daftar buruan wisatawan.

Menjelajahi Pempek yang Jadi Ikon Kota Palembang

Kalau kamu ke Palembang,  tentunya bakal nemuin yang namanya Pempek. Kuliner ini memang sudah menjadi identitas kota Palembang. Hampir di setiap sudutnya memiliki penjual Pempek dengan resep turun-temurun yang tetap dipertahankan hingga sekarang. Meski terlihat sederhana, perpaduan ikan, sagu, dan kuah cuko menghasilkan rasa yang sulit untuk move on.

Pempek tersedia dalam banyak bentuk. Ada kapal selam yang berisi telur, lenjer yang panjang, ada yang berbentuk bulat, hingga Pempek kulit dengan aroma ikan yang lebih kuat. Masing-masing punya penggemarnya sendiri. Yang membuat Pempek semakin spesial adalah kuah cuko yang memiliki perpaduan rasa manis, asam, pedas, dan gurih dalam satu suapan.

Salah satu tempat yang sering menjadi tujuan wisatawan adalah Pempek Candy yang memiliki beberapa cabang di Palembang. Harga Pempek di sini biasanya mulai dari Rp5.000 hingga Rp35.000 per buah tergantung jenisnya. Banyak pengunjung memilih membeli dalam jumlah banyak untuk dijadikan oleh-oleh.

Selain itu ada juga Pempek Vico yang berada di Jalan Letkol Iskandar. Harga satu porsi pempek campur berkisar Rp30.000 hingga Rp50.000. Tempat ini cukup ramai terutama saat akhir pekan dan musim liburan.

Kalau ingin suasana yang lebih legendaris, Pempek Pak Raden juga layak dicoba. Lokasinya berada di Jalan Jenderal Sudirman dan sudah dikenal sejak lama oleh warga lokal maupun wisatawan. Harga per porsinya berkisar antara Rp25.000 hingga Rp60.000.

Menikmati pempek di Palembang rasanya seperti mendengarkan lagu favorit langsung dari penyanyinya. Versinya terasa lebih asli dan lebih berkesan. Tau nggak? Kepuasan receh kayak gini yang bikin kita pulang dengan senyum lebar.

Mencicipi Makanan Berkuah yang Menghangatkan Perut

Setelah kamu puas berburu Pempek, masih banyak kuliner lain khas Palembang yang perlu dicoabain. Beberapa di antaranya berupa makanan berkuah yang cocok disantap saat cuaca sedang mendung atau ketika tubuh butuh makanan hangat setelah seharian berkeliling kota.

Salah satunya yang paling dikenal adalah tekwan. Makanan ini terdiri dari bola-bola ikan kecil yang disajikan dalam kuah udang bening dengan tambahan bihun, jamur kuping, dan irisan bengkuang. Kuahnya terlihat ringan, tetapi rasa gurihnya cukup dalam dan membuat orang ingin terus nambah.

Tekwan bisa ditemukan di banyak rumah makan khas Palembang. Salah satunya di Rumah Makan Sri Melayu yang berada di Jalan Demang Lebar Daun. Harga satu porsi tekwan biasanya berkisar Rp20.000 hingga Rp35.000.

Selain kuliner tadi, ada juga model yang sudah cukup populer. Sekilas bentuknya mirip tekwan, tetapi menggunakan tahu yang dibungkus adonan ikan. Saat digigit, teksturnya terasa lebih padat dan mengenyangkan. Kuahnya juga menggunakan kaldu udang yang gurih dan harum.

Wisatawan juga sering mencari pindang patin. Hidangan ini menggunakan ikan patin yang dimasak dengan kuah bercita rasa asam, pedas, dan sedikit manis. Perpaduan rasanya terasa segar dan cocok dimakan bersama nasi hangat.

Salah satu tempat terkenal untuk menikmati pindang patin adalah Rumah Makan Pindang Musi Rawas di kawasan Demang Lebar Daun. Harga satu porsi pindang patin biasanya berada di kisaran Rp35.000 hingga Rp70.000 tergantung ukuran ikan yang dipilih.

Ada satu hal yang sering dirasakan banyak orang saat menikmati makanan berkuah khas Palembang. Meski bahan dasarnya sederhana, rasa yang muncul terasa berlapis. Seperti obrolan panjang dengan teman lama, makin dinikmati makin banyak cerita yang muncul.

Menutup Perjalanan Kuliner dengan Makanan dan Camilan Tradisional

Bagian yang sering terlewatkan oleh wisatawan adalah aneka makanan tradisional dan camilan khas Palembang, yang jarang ditemukan di daerah lain.

Salah satu yang cukup terkenal adalah burgo. Makanan ini terbuat dari adonan tepung beras yang digulung tipis lalu disajikan dengan kuah santan gurih. Teksturnya lembut dan rasanya ringan. Cocok untuk jadi sarapan maupun makan sore.

Burgo bisa ditemukan di beberapa warung tradisional sekitar kawasan Pasar Kuto. Harga per porsi biasanya hanya sekitar Rp10.000 hingga Rp20.000 sehingga cukup ramah di kantong.

Ada juga laksan yang bentuknya mirip Pempek lenjer tetapi disajikan dengan kuah santan berwarna kemerahan. Rasanya gurih dengan sedikit sentuhan pedas yang membuat nafsu makan meningkat. Harga seporsi laksan umumnya berkisar Rp15.000 hingga Rp25.000.

Untuk camilan, wisatawan sering membawa pulang kue maksuba. Kue lapis khas Palembang ini dibuat menggunakan banyak telur sehingga teksturnya padat dan legit. Rasanya manis, tetapi tidak berlebihan. Potongan kecil saja sudah cukup membuat lidah puas.

Camilan maksuba banyak dijual di toko oleh-oleh sekitar Jalan Merdeka. Harga satu kotak biasanya mulai dari Rp80.000 hingga Rp250.000 tergantung ukuran dan kualitas bahan yang digunakan.

Selain itu, ada juga kue delapan jam yang terkenal karena proses pembuatannya yang cukup lama. Sesuai namanya, kue ini dimasak selama sekitar delapan jam hingga menghasilkan tekstur yang lembut dan rasa yang kaya.

Kadang wisatawan datang dengan target membeli beberapa kotak pempek sebagai oleh-oleh. Namun setelah mencicipi berbagai makanan lain, tas yang dibawa pulang justru penuh dengan aneka kue tradisional. Itulah salah satu hal menyenangkan dari wisata kuliner. Selalu ada kejutan yang tidak masuk rencana awal.

Kalau suatu saat kamu berkunjung ke kota ini, jangan hanya fokus pada satu jenis makanan saja. Coba beberapa makanan untuk mencoba berbagai hidangan yang ada. Dari pempek, tekwan, model, pindang patin, hingga kue tradisionalnya, semuanya menawarkan pengalaman rasa yang berbeda.

Dari situ bisa dilihat, mengapa kuliner khas Palembang terus menjadi alasan banyak wisatawan datang kembali. Karena memang bukan hanya sekadar untuk mengisi perut, tetapi juga untuk menikmati cerita dan cita rasa yang sudah melekat kuat dalam identitas kota ini.

Comments