Kuliner Khas Pontianak yang Unik dan Sulit Ditemukan di Daerah Lain


Salah satu kuliner khas Pontianak yang menggugah selera


Kalau kamu ke Kalimantan Barat, pasti langsung penasaran sama makanan Pontianak. Kota yang berada tepat di garis khatulistiwa ini, kulinernya beda banget dari daerah lain. Soalnya budayanya Melayu, Tionghoa, sama Dayak udah nyampur jadi satu. Hasilnya? Rasanya unik, nggak bakal ketemu di tempat lain.

Nggak heran sih kalau banyak pengunjung rela berburu makanan tradisional pas ke Pontianak. Mau makanan berat, jajanan, sampe minuman segernya, semuanya punya ciri khas. Sekali nyoba, dijamin pengen lagi.

Enaknya kuliner Pontianak tuh nggak cuma di rasa aja. Bahan sama cara masaknya juga beda. Ada beberapa makanan yang udah kayak stempel kota Pontianak. Wisatawan pasti masukin itu ke list wajib.

Lagi rencana ke Pontianak? Atau cuma mau kenal-kenal aja sama kuliner Indonesia? Nih, ada beberapa makanan Pontianak yang wajib banget kamu cobain.

Makanan Legendaris yang Menjadi Ikon Pontianak

Sebelum membahas satu per satu, perlu diketahui bahwa Pontianak memiliki beberapa hidangan yang sudah dikenal luas hingga ke luar daerah. Meski beberapa nama makanan mungkin pernah kamu dengar, rasa aslinya tetap sulit ditiru oleh daerah lain karena dipengaruhi bahan dan resep turun-temurun.

Salah satu yang paling terkenal adalah Chai Kue. Makanan ini berupa kue kukus dengan kulit tipis yang terbuat dari tepung beras. Isiannya beragam, mulai dari bengkuang, talas, kucai, hingga rebung. Teksturnya lembut dengan rasa gurih yang khas.

Kamu bisa menemukan Chai Kue di kawasan Jalan Diponegoro dan Jalan Gajah Mada. Harga satu buah biasanya berkisar antara Rp2.500 hingga Rp4.000. Banyak pembeli yang langsung membeli dalam jumlah banyak karena ukurannya kecil dan cocok dijadikan camilan.

Kuliner berikutnya adalah Kwetiau Pontianak. Sekilas memang mirip kwetiau pada umumnya, tetapi aroma smoky yang muncul dari proses memasak dengan api besar membuat rasanya berbeda. Kwetiau ini biasanya dimasak bersama udang, telur, daging sapi, atau seafood lainnya.

Salah satu tempat yang cukup terkenal untuk mencicipinya berada di kawasan Jalan Hijas. Seporsi kwetiau biasanya dijual dengan harga sekitar Rp25.000 hingga Rp45.000 tergantung isiannya.

Ada juga Bubur Pedas Sambas yang cukup populer di Pontianak. Meski berasal dari Kabupaten Sambas, makanan ini sangat mudah ditemukan di berbagai sudut kota. Bubur ini tidak menggunakan santan seperti bubur pada umumnya, melainkan campuran sayuran, rempah-rempah, dan beras sangrai yang ditumbuk halus.

Harga satu porsi bubur pedas relatif terjangkau, sekitar Rp10.000 hingga Rp20.000. Rasanya gurih dengan aroma rempah yang kuat sehingga cocok disantap saat pagi maupun sore hari.

Kuliner Berbahan Laut yang Sulit Dicari di Kota Lain

Letak Pontianak yang dekat dengan berbagai sungai besar dan wilayah pesisir membuat hasil laut menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat. wajar sih, jika banyak makanan khas yang menggunakan ikan dan seafood sebagai bahan utama.

Salah satu yang wajib dicoba adalah Pengkang. Makanan tradisional ini dibuat dari beras ketan yang dicampur udang ebi, kemudian dibungkus daun pisang berbentuk segitiga dan dipanggang di atas bara api.

Pengkang biasanya disajikan bersama sambal kerang yang memiliki rasa pedas manis. Perpaduan aroma daun pisang dan gurihnya ebi menciptakan cita rasa yang cukup unik. Kamu bisa menemukannya di kawasan Jalan Raya Sungai Kakap atau beberapa pusat oleh-oleh khas Pontianak. Harga per buah berkisar Rp5.000 hingga Rp8.000.

Selain Pengkang, ada juga Sotong Pangkong yang menjadi salah satu makanan khas saat bulan Ramadan. Sotong atau cumi kering dipukul hingga pipih lalu dibakar dan disajikan bersama saus kacang atau sambal pedas.

Meski awalnya populer sebagai kuliner musiman, kini beberapa penjual tetap menyediakannya sepanjang tahun. Harga per porsi biasanya sekitar Rp15.000 hingga Rp30.000 tergantung ukuran sotong yang digunakan.

Makanan lain yang cukup unik adalah Asam Pedas Ikan Baung. Ikan baung merupakan ikan air tawar yang banyak ditemukan di sungai-sungai Kalimantan. Dagingnya lembut dengan rasa gurih alami.

Kuah asam pedas yang kaya rempah menjadi daya tarik utama hidangan ini. Banyak rumah makan Melayu di Pontianak yang menyajikannya dengan harga sekitar Rp35.000 hingga Rp70.000 per porsi. Salah satu kawasan yang cukup dikenal untuk menikmati masakan Melayu berada di sekitar Jalan Tanjungpura.

Bagi pencinta seafood, Pontianak memang seperti surga kecil yang menawarkan banyak pilihan rasa berbeda. Beberapa makanan bahkan sulit ditemukan dalam versi autentik di luar Kalimantan Barat.

Camilan dan Minuman Khas yang Selalu Diburu Wisatawan

Setelah menikmati makanan berat, perjalanan kuliner di Pontianak rasanya belum lengkap tanpa mencoba camilan dan minuman khasnya. Banyak wisatawan yang justru membawa pulang camilan khas sebagai oleh-oleh untuk keluarga di rumah.

Salah satu yang paling terkenal adalah Bingke Berendam. Kue tradisional ini memiliki tekstur lembut seperti perpaduan antara bolu dan puding. Rasanya manis dengan aroma santan yang cukup kuat.

Varian rasa Bingke kini semakin beragam, mulai dari original, pandan, keju, cokelat, hingga durian. Harga satu loyang kecil biasanya berkisar Rp25.000 hingga Rp50.000. Kamu bisa menemukannya di berbagai toko oleh-oleh terkenal di Pontianak.

Kemudian ada Lempok Durian yang sering disebut sebagai dodol durian khas Kalimantan Barat. Berbeda dengan dodol biasa, lempok memiliki kandungan durian yang lebih banyak sehingga rasa buahnya sangat terasa.

Harga lempok bervariasi tergantung ukuran dan kualitas durian yang digunakan. Umumnya dijual mulai dari Rp30.000 hingga Rp80.000 per kemasan. Produk ini cukup populer sebagai buah tangan karena tahan lama.

Untuk minuman, jangan lewatkan Es Krim Angi. Meskipun namanya sederhana, es krim legendaris ini sudah dikenal sejak puluhan tahun lalu. Rasanya khas dengan pilihan topping kacang merah, cincau, ketan hitam, dan berbagai pelengkap lainnya.

Satu porsi es krim biasanya dibanderol sekitar Rp15.000 hingga Rp30.000. Banyak wisatawan sengaja datang untuk merasakan sensasi es krim tradisional yang masih mempertahankan resep lama.

Ada pula Kopi Pontianak yang terkenal memiliki aroma kuat dan rasa yang khas. Banyak kedai kopi tradisional di kota ini masih menggunakan metode penyeduhan klasik yang membuat pengalaman menikmati kopi terasa berbeda.

Bagi pencinta kopi, mencicipi secangkir kopi sambil menikmati suasana kota menjadi pengalaman yang menakjubkan. Harga secangkir kopi biasanya mulai dari Rp8.000 hingga Rp25.000 tergantung lokasi dan jenis kopi yang dipilih.

Jika diperhatikan, banyak camilan dan minuman khas Pontianak yang masih dibuat menggunakan resep turun-temurun. Makanya rasa itu tetap asli meskipun zaman terus berubah.

Pontianak memang menawarkan pengalaman kuliner yang berbeda dari kota-kota lain di Indonesia. Perpaduan budaya yang beragam menghasilkan hidangan dengan cita rasa unik, mulai dari Chai Kue, Pengkang, Kwetiau Pontianak, hingga Bingke Berendam yang sudah menjadi favorit banyak orang.

Setiap makanan memiliki cerita dan karakter tersendiri yang membuatnya sulit ditemukan dalam versi yang sama di daerah lain. Karena itu, saat berkunjung ke Kalimantan Barat, jangan lewatkan kesempatan untuk menjelajahi berbagai kuliner khas Pontianak yang telah menjadi bagian penting dari identitas kota ini.

Dengan ragam rasa yang tetap terjaga dan harga yang masih cukup terjangkau, kuliner khas Pontianak layak masuk dalam daftar wisata kuliner yang wajib kamu coba setidaknya sekali seumur hidup.

Comments