![]() |
| Sego Tempong |
Kalau kamu tim pecinta pedas, wajib banget mampir ke Banyuwangi. Disana tuh nggak main-main soal rasa. Katanya jika makan tanpa sambal itu seperti nonton film tanpa suara. Aku sendiri pernah datang ke Banyuwangi dengan niat cuma jalan-jalan, namun yang paling membekas justru urusan makan. Hampir di setiap sudut kota ada makanan dengan cita rasa pedas yang berani. Sekali nyoba, bikin ketagihan.
Banyuwangi memang dikenal sebagai daerah yang kaya budaya dan wisata alam. Tapi buat pecinta cabai, wisata kuliner di Banyuwangi juga layak masuk daftar tujuan. Pedesnya nampol, sampai dahi ikutan banjir keringat. Enaknya lagi, banyak warung yang masih pake resep nenek moyang. Jadi rasanya tuh autentik banget, nggak diotak-atik.
Jika kamu sedang merencanakan liburan ke ujung timur Pulau Jawa, jangan cuma fokus ke tempat wisatanya. Sisihkan waktu khusus untuk berburu makanan pedas. Percaya deh, pengalaman kulinernya bisa sama serunya dengan jalan-jalan ke destinasi terkenal di Banyuwangi.
Menu Wajib Saat Berburu Kuliner Pedas di Banyuwangi
Ketika ke Banyuwangi dan mencari makanan pedas, cobalah kamu nyicipin sego tempong. Kuliner ini hampir selalu jadi nama pertama yang muncul. Makanan ini begitu populer karena kata tempong sering diartikan seperti tamparan. Bukan karena porsinya besar, melainkan karena sensasi pedas sambalnya terasa menampar lidah sejak suapan pertama.
Salah satu tempat yang cukup terkenal adalah Sego Tempong Mbok Wah yang berada di Jalan Gembrung Nomor 220, Banyuwangi. Harga seporsinya berkisar antara Rp20.000 sampai Rp35.000 tergantung lauk yang dipilih. Dalam satu piring, kamu akan mendapatkan nasi, sayuran rebus, tahu, tempe, ikan atau ayam, lalu disiram sambal tempong yang menjadi bintang utamanya.
Sambalnya dibuat dari cabai segar, tomat, terasi, dan perasan jeruk yang menghasilkan rasa pedas sekaligus segar. Kombinasinya sangat pas. Tidak berlebihan, tetapi cukup membuat kamu terus ingin menambah suapan berikutnya.
Selain Mbok Wah, ada juga Sego Tempong Indra yang berada di Jalan Letjen Sutoyo. Harga makanannya mulai Rp18.000 hingga Rp30.000. Tempat ini sering ramai oleh wisatawan maupun warga lokal. Sambalnya terkenal lebih pedas dibanding beberapa tempat lain sehingga cocok untuk kamu yang memang suka tantangan.
Jujur saja, saat pertama kali mencoba sego tempong, aku sempat meremehkan tampilannya. Kelihatannya sederhana. Namun setelah beberapa suapan, keringat mulai keluar meski ruangan tidak panas. Dari situ aku paham kenapa banyak orang rela antre hanya untuk sepiring makanan ini.
Kuliner dengan Perpaduan Unik yang Pedas dan Segar
Setelah puas menikmati sego tempong, perjalanan wisata kuliner di Banyuwangi masih belum selesai. Ada satu makanan yang sering membuat wisatawan penasaran karena namanya terdengar tidak biasa, yaitu rujak soto. Mendengar namanya saja mungkin sudah membuat orang membayangkan dua makanan berbeda yang dipaksa bertemu dalam satu mangkuk.
Nyatanya, perpaduan ini justru menjadi salah satu kuliner kebanggaan Banyuwangi. Rujak soto menggabungkan rujak sayur dengan kuah soto daging yang gurih. Hasilnya terdengar aneh, tetapi rasanya surprisingly cocok di lidah.
Salah satu tempat yang sering direkomendasikan adalah Rumah Makan Rujak Soto Bu Juhari yang berada di Jalan Basuki Rahmat, Banyuwangi. Harga satu porsi berkisar Rp15.000 sampai Rp25.000. Cukup ramah di kantong untuk ukuran makanan khas daerah.
Di dalam satu mangkuk terdapat irisan sayur, lontong, bumbu kacang yang pedas, lalu disiram kuah soto yang hangat. Rasa pedas dari bumbu rujaknya bertemu dengan gurihnya kuah soto sehingga menciptakan sensasi yang unik. Seperti dua teman dengan karakter berbeda yang ternyata bisa akrab saat nongkrong bersama.
Buat pecinta pedas, kamu bisa meminta tambahan cabai sesuai selera. Banyak penjual yang menyediakan sambal ekstra untuk memperkuat rasa. Biasanya warga lokal juga melakukan hal yang sama.
Ada juga beberapa warung rujak soto di kawasan Pasar Banyuwangi yang menawarkan harga lebih murah, sekitar Rp12.000 sampai Rp20.000 per porsi. Meski sederhana, rasa yang ditawarkan tetap menggoda.
Saat menikmati rujak soto, jangan buru-buru. Nikmati perlahan supaya setiap lapisan rasa bisa terasa. Kadang makanan terbaik memang bukan yang paling mewah, melainkan yang berhasil membuat kamu penasaran dengan rasanya, maka fokus menikmati setiap suapan.
Kuliner Pedas Khas Banyuwangi yang Berbeda
Kalau kamu ingin mencoba sesuatu yang lebih tradisional, Banyuwangi masih punya banyak pilihan. Dua makanan yang sering diburu pecinta rasa pedas adalah ayam kesrut dan pecel pitik. Keduanya merupakan kuliner khas masyarakat Osing yang masih bertahan sampai sekarang.
Ayam kesrut bisa kamu temukan di beberapa rumah makan tradisional Banyuwangi, salah satunya Rumah Makan Osing Deles yang berada di kawasan Kemiren. Harga per porsinya sekitar Rp25.000 sampai Rp40.000. Menu ini berupa ayam kampung yang dimasak dengan kuah pedas bercampur belimbing wuluh.
Rasa pedasnya tidak sekadar menyengat. Ada sensasi asam segar yang membuat makanan ini terasa ringan meski kuahnya kaya rempah. Bayangkan seperti minuman dingin saat cuaca panas. Ada rasa lega yang muncul setelah menikmatinya.
Kuah ayam kesrut biasanya dipenuhi irisan cabai rawit. Jadi jangan heran kalau aroma pedasnya sudah tercium bahkan sebelum makanan tiba di meja. Buat penggemar cabai sejati, justru bagian ini yang paling menggoda.
Sementara itu, pecel pitik bisa ditemukan di Desa Kemiren dan beberapa rumah makan khas Osing lainnya. Harga satu porsi umumnya berkisar Rp20.000 sampai Rp35.000. Makanan ini menggunakan ayam kampung yang disuwir lalu dicampur parutan kelapa berbumbu.
Meski tidak sepedas sego tempong, pecel pitik tetap menawarkan sensasi cabai yang cukup terasa. Yang membuatnya spesial adalah perpaduan gurih kelapa dengan rempah-rempah khas Banyuwangi. Rasanya sederhana tetapi berkarakter.
Desa Kemiren sendiri menjadi tempat yang menarik untuk menikmati kedua makanan ini. Selain makan, kamu juga bisa melihat suasana kampung adat Osing yang masih terjaga. Jadi pengalaman yang didapat bukan cuma soal rasa, tetapi juga budaya lokal yang ikut menyertainya.
Jalan-jalan kuliner tuh serunya di situ. Makanan nggak cuma ngisi perut kosong. Satu suap bisa ngerasain cerita, tradisi, dan cara hidup masyarakat yang ikut tersaji di atas meja makan.
Nah, Kalau kamu sedang mencari pengalaman wisata yang berbeda, wisata kuliner di Banyuwangi bisa jadi pilihan yang layak dicoba. Dari sego tempong yang pedasnya bikin berkeringat, rujak soto yang unik, sampai ayam kesrut dan pecel pitik yang kaya rempah, semuanya menawarkan pengalaman rasa yang sulit untuk move on.
Jadi saat berkunjung ke Banyuwangi nanti, jangan cuma siapkan kamera untuk berfoto. Siapkan juga perut kosong, karena wisata kuliner di Banyuwangi untuk pecinta makanan pedas memang sayang kalau dilewatkan.



Comments
Post a Comment
Terimakasih telah singgah di Musafir Lalu.
Tinggalkan jejak pemikiran dan perasaanmu di kolom komentar.