Seperti yang kita tahu, Jakarta adalah kota metropolitan dengan kepadatan penduduk yang luar biasa, sebagai Ibu kota Indonesia, kota ini menyuguhkan aneka raga wisata bahkan kuliner, baik dari dalam Negeri maupun luar Negeri. Dan salah satunya yang paling melegenda adalah Es Krim Ragusa.
Siapa dari kalian yang udah pernah cobain? kasik reviewnya juga ya di kolom komentar.
Ragusa Es Italia bukan sekadar toko es krim biasa. Begitu kalian masuk, kalian akan disuguhi dengan suasana yang berbeda. Interior yang sederhana dengan meja dan kursi kayu membuat kita seperti sedang berkunjung ke Jakarta puluhan tahun lalu. Tidak ada dekorasi berlebihan, tapi kesan klasik itu membuat Ragusa punya daya tarik tersendiri.
Kalau kamu sedang menyusun itinerary liburan ke Jakarta, menurutku tempat ini perlu kalian kunjungi. Jangan risau karena lokasinya mudah dijangkau, selain itu rasanya juga tetap konsisten dari dulu, dan pengalaman yang akan kalian dapatkan tidak hanya soal menikmati es krim, tetapi juga menikmati sepotong sejarah kuliner yang masih bertahan hingga sekarang.
Mengenal Ragusa, Es Krim Legendaris yang Tetap Bertahan di Tengah Jakarta
Ragusa Es Italia berdiri sejak tahun 1932 dan menjadi salah satu toko es krim tertua di Indonesia. Lokasinya berada di Jalan Veteran I Nomor 10, Gambir, Jakarta Pusat. Letaknya sangat dekat dengan Masjid Istiqlal, Gereja Katedral Jakarta, serta Monumen Nasional. Karena berada di kawasan wisata, tidak heran jika banyak orang mampir setelah selesai berkeliling tempat-tempat ikonik di Jakarta.
Kalau menggunakan transportasi umum, akses menuju Ragusa juga cukup mudah. Kamu bisa naik KRL dan turun di Stasiun Juanda, kemudian berjalan kaki beberapa menit. Pilihan lainnya menggunakan TransJakarta atau MRT yang bisa kalian lanjutkan dengan kendaraan online.
Jam operasional Ragusa Es Italia mulai dari pukul 10.00 hingga 22.00 WIB setiap harinya. Aku sendiri biasanya datang pada sore hari karena suasananya jauh lebih santai. Walaupun terkadang cukup ramai, namun antreannya masih tergolong aman sehingga tidak perlu menunggu terlalu lama.
Satu hal yang membuat Ragusa berbeda adalah cara mereka mempertahankan resep tradisional. Es krim di sini masih dibuat dengan gaya klasik dan tidak menggunakan terlalu banyak bahan tambahan. Teksturnya memang tidak selembut gelato modern, tapi itu manjadi ciri khas yang disukai banyak orang.
Kalau diperhatikan, pengunjungnya juga sangat beragam. Ada keluarga yang membawa anak-anak, pasangan, wisatawan luar kota, hingga orang-orang yang sengaja datang untuk bernostalgia. Rasanya begitu menyenangkan melihat sebuah tempat kuliner yang mampu mempertemukan berbagai generasi dalam suasana yang sama.
Menu Favorit, Harga, dan Rasa yang Membuat Ragusa Selalu Dirindukan
Salah satu alasan yang membuat saya suka berkunjung kembali ke Ragusa Es Italia, tentu karena pilihan menunya. Walaupun tidak sebanyak gerai es krim modern, namun setiap menu memiliki karakter yang khas. Nama-nama menunya bahkan sudah cukup terkenal di kalangan pecinta kuliner Jakarta.
1. Spaghetti Ice Cream
Menu ini paling sering direkomendasikan. Meski namanya spaghetti, sebenarnya ini bukan pasta sungguhan. Ini adalah Es krim vanila yang dicetak menyerupai mie lalu disajikan dengan sauce cokelat, kacang, dan buah. Bentuknya sangat unik sehingga banyak pengunjung yang langsung memotret sebelum menikmatinya. Harganya sekitar Rp40.000 hingga Rp45.000 per porsi.
2. Banana Split
Menu ini juga tidak kalah populer. Banana Split berisi potongan pisang segar yang dipadukan dengan beberapa scoop es krim, siraman saus cokelat, taburan kacang, dan whipped cream. Rasanya manis tetapi tetap seimbang karena pisangnya memberikan rasa segar. Harga Banana Split berkisar Rp40.000 saja.
3. Tutti Frutti
Kalau ingin sesuatu yang lebih sederhana, kamu bisa memilih Tutti Frutti. Menu ini memadukan beberapa rasa es krim dengan tambahan potongan buah segar. Rasanya ringan sehingga cocok dinikmati saat cuaca Jakarta sedang panas. Harga menu ini hanya sekitar Rp35.000.
Selain itu masih ada pilihan es krim cokelat, moka, vanila, nougat, stroberi, hingga rum raisin. Setiap rasa punya karakter yang berbeda. Aku pribadi paling suka rasa moka karena aroma kopinya tidak terlalu kuat. Vanila juga menjadi pilihan aman dengan cita rasa susu yang lembut.
Tekstur es krim Ragusa sedikit berbeda dibandingkan es krim modern. Kandungan susunya lebih dominan dan tidak terlalu creamy. Tingkat kemanisannya juga pas sehingga tidak membuat enek. Setelah beberapa suapan, sensasi dinginnya menyegarkan tanpa meninggalkan rasa manis berlebihan.
Minuman yang tersedia juga cukup beragam. Ada es soda, kopi, teh, hingga berbagai minuman ringan. Meski begitu, menurutku es krim tetap menjadi bintang utama yang paling layak kalian coba.
Kalau datang bersama teman atau keluarga, memesan beberapa menu sekaligus menjadi pilihan yang menyenangkan. Dengan begitu kamu bisa saling mencicipi berbagai rasa tanpa harus bingung memilih satu menu saja.
Pengalaman Menikmati Ragusa Setelah Berkeliling Jakarta
Menurutku waktu terbaik menikmati Ragusa adalah setelah seharian berjalan kaki mengunjungi tempat wisata sekitar Gambir. Tubuh yang mulai lelah langsung kembali segar begitu menikmati semangkuk es krim dingin.
Biasanya aku memulai perjalanan dari Monumen Nasional, lalu berjalan menuju Masjid Istiqlal. Setelah itu baru mampir ke Ragusa sebelum melanjutkan perjalanan ke kawasan Kota Tua atau Pasar Baru. Rute seperti ini begitu nyaman, karena jarak antar lokasi tidak terlalu jauh.
Hal yang paling aku sukai bukan hanya rasa es krimnya saja, tetapi juga suasana tokonya. Di tengah perkembangan Jakarta yang semakin modern, Ragusa tetap mempertahankan identitas lamanya. Meja kayu, dinding sederhana, hingga nuansa klasik membuat waktu seolah berjalan lebih lambat. Rasanya seperti berhenti sejenak dari kesibukan kota.
Kalau datang pada akhir pekan atau musim liburan, pengunjung memang lebih ramai. Namun suasananya tetap tertib. Banyak orang menikmati es krim sambil mengobrol santai, ada juga wisatawan yang sibuk mengabadikan sudut-sudut ruangan yang penuh nuansa vintage.
Menurutku Ragusa juga cocok untuk semua usia. Anak-anak biasanya tertarik dengan bentuk menu yang unik, sementara orang dewasa sering datang karena ingin mengenang masa kecil.
Buat pencinta wisata kuliner, Ragusa memberikan pengalaman yang berbeda. Tempat ini tidak mengandalkan dekorasi mewah atau menu yang mengikuti tren media sosial. Justru kesederhanaan, konsistensi rasa, dan sejarah panjangnya menjadi alasan mengapa orang terus berdatangan.
Setiap kali meninggalkan tempat ini, aku selalu merasa kunjungan ke Jakarta belum benar-benar lengkap tanpa mampir ke Ragusa. Karena secinta ini sama es krimnya Ragusa.
Kalau suatu hari nanti kamu berencana menjelajahi kota Jakarta. Sempatkan mampir menikmati es krim legendaris Ragusa Jakarta. Rasanya yang khas, lokasinya yang strategis, pilihan menunya yang beragam, serta suasana klasik yang tetap terjaga membuat tempat ini selalu layak menjadi bagian dari perjalanan wisata kuliner di Jakarta.

Comments
Post a Comment
Terimakasih telah singgah di Musafir Lalu.
Tinggalkan jejak pemikiran dan perasaanmu di kolom komentar.