Gudeg Paling Enak di Jogja Dekat Malioboro

 

Seporsi Gudeg dengan menu lengkap

Seperti ada yang kurang rasanya kalau sudah di Malioboro tapi belum mencicipi gudeg, ya makanan khas kota Jogjakarta. Siapa sih yang gak kenal, ya kan? 

Enaknya, kawasan ini dikelilingi banyak tempat makan legend yang sudah berdiri sejak puluhan tahun lalu. Karena lokasinya berdekatan dengan Malioboro, maka kalian tidak perlu repot-repot mencari kendaraan untuk berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya.

Kalau sedang mencari gudeg paling enak di Jogja, area sekitar Malioboro memang jadi pilihan yang praktis. Selain mudah dijangkau, pilihan gudegnya juga beragam. Ada yang rasanya manis khas Jogja, ada yang gurih karena tambahan areh (kuah santan kental manis) yang melimpah, sampai gudeg dengan lauk komplit yang bikin sekali makan langsung kenyang.

Berikut beberapa rekomendasi gudeg yang lokasinya dekat Malioboro dan layak masuk daftar kuliner selama kalian berada di Jogja.

Gudeg Legend yang Selalu Ramai Sejak Pagi

Gudeg paling enak di Jogja dekat Malioboro itu namanya Gudeg Yu Djum. Warung ini sudah menjadi ikon kuliner Jogja selama puluhan tahun. Salah satu cabangnya berada di Jalan Dagen yang hanya sekitar lima hingga sepuluh menit berjalan kaki dari Malioboro. Lokasinya sangat strategis sehingga sering dipenuhi wisatawan maupun warga lokal.

Seporsi gudeg di sini dibanderol dengan harga sekitar Rp30.000 hingga Rp55.000 tergantung pilihan lauk. Kamu bisa memilih ayam kampung, telur, tahu, tempe, krecek, hingga tambahan ati ampela. Kalau ingin lebih puas, tersedia juga paket lengkap dengan porsi yang cukup besar.

Gudeg Yu Djum dikenal dengan cita rasa nangka mudanya yang manis tetapi rempahnya tetap terasa. Arehnya cukup kental tanpa membuat rasa menjadi berlebihan. Kreceknya juga pedas gurih sehingga memberikan keseimbangan dengan rasa gudeg yang cenderung manis. Perpaduan ini menurutku menjadi alasan mengapa banyak orang tetap kembali ke sini meski sudah mencoba berbagai gudeg lain.

Lokasinya berada di Jalan Dagen Nomor 2C, Sosromenduran, Gedong Tengen, Kota Jogja. Jam operasional umumnya mulai pukul 06.00 hingga sekitar 21.00 WIB. Saranku datang pada pagi hari saja agar lebih nyaman karena antreannya tidak terlalu panjang. Sebab, menjelang makan siang, suasana mulai ramai dan sering kali kursi cepat penuh, terutama saat musim liburan.

Selain makan di tempat, Gudeg Yu Djum juga menyediakan gudeg kemasan yang cocok dijadikan oleh-oleh. Kemasan besek maupun kaleng membuat gudeg lebih tahan lama sehingga praktis dibawa pulang. Pilihan ini menjadi solusi kalau ingin membawa cita rasa Jogja untuk keluarga di rumah.

Simak juga Hotel Murah di Jogjakarta dekat Malioboro

Gudeg dengan Cita Rasa Rumahan yang Bikin Nagih

Kalau kamu lebih suka suasana sederhana dengan nuansa rumahan, Gudeg Bu Tjitro bisa menjadi pilihan berikutnya. Tempat makan ini juga cukup dekat dari Malioboro sehingga mudah dijangkau menggunakan becak, andong, kendaraan pribadi, atau transportasi online. Walaupun tampilannya tidak terlalu mencolok, namun pelanggan setianya datang silih berganti setiap hari.

Harga seporsi gudeg di Gudeg Bu Tjitro berkisar antara Rp28.000 sampai Rp50.000. Isi porsinya cukup lengkap dengan nasi, gudeg, krecek, tahu atau tempe, serta pilihan lauk seperti ayam kampung atau telur bacem. Porsinya sangat pas untuk makan siang tanpa membuat kita terlalu kenyang.

Lokasinya berada di Jalan Janti Nomor 330, namun cabang yang dekat kawasan Malioboro juga mudah ditemukan. Jam bukanya umumnya mulai pukul 07.00 hingga 21.00 WIB. Sebaiknya mengecek cabang yang ingin dikunjungi karena jam operasional bisa sedikit berbeda.

Hal yang paling aku sukai dari Gudeg Bu Tjitro adalah rasa gudegnya yang tidak terlalu manis. Bagi sebagian orang yang baru pertama kali mencoba gudeg Jogja, karakter seperti ini biasanya lebih mudah diterima. Nangka mudanya tetap lembut, sementara arehnya terasa gurih dan tidak berlebihan. 

Ayam kampungnya juga dimasak sampai bumbunya meresap ke dalam daging sehingga setiap suapan terasa lebih nikmat.

Suasana makannya juga cukup nyaman untuk keluarga. Tempat duduknya lebih luas dibanding beberapa warung gudeg tradisional sehingga cocok kalau datang bersama rombongan. Pelayanannya juga cepat meskipun pengunjung sedang ramai.

Kalau sedang mengajak teman dari luar kota, aku sering merekomendasikan Gudeg Bu Tjitro sebagai tempat pertama untuk mengenal gudeg khas Jogja. Rasanya masih mempertahankan ciri khas lokal tetapi tetap ramah di lidah banyak orang.

Temukan juga 10 Kuliner Legendaris Yogyakarta yang sering diburu Wisatawan

Pilihan Gudeg Dekat Malioboro yang Cocok untuk Makan Malam

Kebanyakan orang mengira kalau menikmati gudeg hanya cocok dilakukan di pagi hari. Padahal, beberapa warung malah tetap ramai hingga malam lho. Salah satunya dan yang layak kamu coba adalah Gudeg Permata yang berada di Jalan Gajah Mada Nomor 2, hanya sekitar beberapa menit berkendara jika dari Malioboro.

Harga seporsi gudeg di Gudeg Permata berkisar mulai Rp25.000 hingga Rp45.000. Lauknya pun cukup beragam, mulai dari ayam, telur, tahu, tempe, hingga tambahan ceker atau ati ampela sesuai selera. Pilihan porsinya juga fleksibel sehingga cocok untuk makan ringan maupun makan malam yang lebih mengenyangkan.

Gudeg Permata mulai beroperasi sekitar pukul 17.00 hingga 22.00 WIB. Karena buka pada sore hari, tempat ini menjadi favorit wisatawan yang baru selesai berkeliling Malioboro atau berburu oleh-oleh. Tidak sedikit pengunjung yang rela mengantre demi mendapatkan seporsi gudeg hangat.

Cita rasa Gudeg Permata sedikit berbeda dibanding beberapa gudeg legend lainnya. Gudegnya terasa lebih gurih dengan sentuhan manis yang tidak terlalu dominan. Kreceknya cukup pedas sehingga memberikan sensasi berbeda di setiap suapan. Kombinasi ini membuat rasanya jadi lebih seimbang, terutama bagi kalian yang menyukai makanan bercita rasa kuat.

Selainn itu, Aku juga menyukai suasana makannya yang terasa sederhana. Duduk sambil menikmati gudeg hangat pada malam hari setelah berjalan kaki menyusuri Malioboro. Rasanya bukan hanya soal menikmati makan malam, tetapi juga suasana Jogja yang membuatmu nyaman dan betah, dijamin setelah pulang nanti kamu pasti ingin datang lagi.

Kalau kalian ingin menghindari antrean panjang, maka datang saja sekitar pukul 17.00 atau sesaat setelah warung buka. Karena, semakin malam, jumlah pengunjung akan terus bertambah, terutama saat akhir pekan dan musim liburan sekolah.

Setiap orang memiliki gudeg favoritnya masing-masing. Ada yang setia dengan Gudeg Yu Djum karena rasa manisnya yang khas, ada yang lebih menyukai Gudeg Bu Tjitro dengan cita rasa rumahan, dan ada pula yang sengaja menunggu malam demi menikmati Gudeg Permata. Menurutku, semuanya layak dicoba karena setiap tempat menawarkan pengalaman yang berbeda.

Kalau waktumu di Yogyakarta cukup panjang, tidak ada salahnya mencoba lebih dari satu warung. Jaraknya yang relatif dekat dari Malioboro membuat perjalanan kuliner lebih praktis. Kamu bisa menikmati suasana kota sekaligus mengenal berbagai karakter gudeg yang selama ini membuat Jogja begitu terkenal.

Kalau ingin tahu gudeg paling enak di Jogja dekat Malioboro, tiga tempat tadi bisa menjadi titik awal yang tidak akan mengecewakan. Dengan harga yang masih ramah di kantong, lokasi yang mudah dijangkau, dan cita rasa yang sudah dikenal selama bertahun-tahun, sehingga pengalaman menikmati gudeg di kawasan Malioboro menjadi salah satu kenangan yang melekat setelah pulang dari Jogja.

Comments