Cirebon itu bisa dibilang kota kecil, tapi soal kuliner jangan ditanya. Mencari tempat makan legendaris di Cirebon menjadi pengalaman yang seru, apalagi kalau suka menjelajahi kuliner yang udah puluhan tahun.
Di balik ramainya kota ini, ada banyak warung dan rumah makan yang tetap mempertahankan cita rasa khas sejak dulu. Bahkan, beberapa di antaranya sudah jadi tujuan wajib bagi wisatawan yang datang. Yang membuatnya semakin menarik, setiap tempat punya cerita yang berbeda. Ada yang menggunakan resep keluarga turun temurun, ada juga yang masih memasak dengan cara tradisional, jadi rasa yang dihasilkan tetap konsisten sampai sekarang.
Kalau sedang berkunjung ke Cirebon, sayang sekali kalau hanya lewat tanpa mencicipi kuliner yang sudah jadi bagian dari sejarah kota ini. Lewat rekomendasi berikut, kamu bisa menemukan beberapa tempat makan legendaris yang masih eksis dan layak masuk daftar kunjunganmu.
Empal Gentong, Kuliner Ikonik yang Selalu Dicari
Kalau membahas kuliner Cirebon, rasanya belum lengkap tanpa menyebut empal gentong. Hidangan berkuah gurih ini menjadi salah satu makanan yang paling identik dengan kota tersebut. Nama gentong berasal dari cara memasaknya yang masih menggunakan gentong tanah liat sehingga menghasilkan aroma dan rasa yang khas. Beberapa tempat bahkan masih mempertahankan teknik memasak tradisional itu hingga sekarang.
1. Empal Gentong Haji Apud
Nama Empal Gentong Haji Apud sudah dikenal sejak puluhan tahun lalu. Rumah makan ini tetap mempertahankan cita rasa autentik dengan kuah santan yang gurih dan daging sapi yang empuk. Potongan daging, babat, serta usus dimasak perlahan sehingga bumbunya benar-benar meresap.
Lokasinya berada di Jalan Ir. H. Juanda, Kedawung, Kabupaten Cirebon. Harga satu porsi berkisar antara Rp30.000 hingga Rp40.000. Banyak pengunjung datang sejak pagi agar tidak perlu mengantre terlalu lama.
2. Empal Gentong Mang Darma
Tempat makan berikutnya yang tidak kalah populer adalah Empal Gentong Mang Darma. Rumah makan ini telah melayani pelanggan selama bertahun-tahun dan dikenal karena kuahnya yang lebih ringan tetapi tetap kaya rempah. Taburan daun kucai dan bawang goreng membuat aromanya semakin menggugah selera.
Lokasinya berada di Jalan Pangeran Cakrabuana, Cirebon. Kisaran harga per porsinya sekitar Rp35.000. Cocok buat kamu yang ingin menikmati empal gentong dengan rasa yang tetap tradisional.
3. Empal Asam Haji Apud
Selain empal gentong, kamu juga bisa mencoba empal asam yang menjadi menu andalan di tempat ini. Kuahnya memiliki perpaduan rasa gurih dan sedikit segar dari asam jawa. Potongan daging sapi yang empuk membuat hidangan ini ringan sekaligus mengenyangkan.
Banyak wisatawan sengaja memesan empal gentong dan empal asam secara bersamaan agar bisa merasakan dua karakter rasa yang berbeda dalam satu kunjungan.
Simak juga Tempat makan murah di Jogja
Nasi Jamblang yang Tetap Bertahan dari Generasi ke Generasi
Selain empal gentong, nasi jamblang menjadi salah satu kuliner yang sudah melekat dengan identitas Cirebon. Ciri khasnya terletak pada nasi yang dibungkus daun jati sehingga menghasilkan aroma yang berbeda. Lauknya pun sangat beragam sehingga pengunjung bisa memilih sesuai selera. Sampai sekarang, beberapa warung nasi jamblang masih mempertahankan konsep penyajian sederhana seperti dulu.
1. Nasi Jamblang Mang Dul
Nasi Jamblang Mang Dul termasuk salah satu nama yang paling sering direkomendasikan ketika berburu kuliner legendaris. Berdiri sejak puluhan tahun lalu, tempat makan ini masih ramai dikunjungi warga lokal maupun wisatawan.
Lokasinya berada di Jalan Dr. Cipto Mangunkusumo, Cirebon. Harga satu porsi bergantung pada pilihan lauk, mulai dari sekitar Rp20.000. Pilihan lauknya sangat lengkap, mulai dari semur daging, sate kentang, paru goreng, sambal goreng, tahu, tempe, hingga aneka ikan.
2. Nasi Jamblang Ibu Nur
Kalau kamu ingin pilihan lauk yang lebih banyak, Nasi Jamblang Ibu Nur juga layak dikunjungi. Tempat makan ini terkenal karena variasi lauknya yang mencapai puluhan jenis. Kamu bebas mengambil lauk sesuai selera sebelum akhirnya dihitung di kasir.
Lokasinya berada di Jalan Cangkring II, Cirebon. Harga makan di sini juga cukup ramah di kantong, mulai dari Rp25.000 tergantung lauk yang dipilih.
3. Nasi Jamblang Pelabuhan
Warung nasi jamblang di sekitar kawasan pelabuhan juga sudah dikenal sejak lama oleh masyarakat Cirebon. Suasananya sederhana, tetapi rasa makanannya tetap konsisten. Banyak pekerja dan warga sekitar yang menjadikan tempat ini sebagai pilihan makan siang karena porsinya pas dan harganya bersahabat.
Menurutku, menikmati nasi jamblang akan lebih nikmat jika disantap bersama sambal khas Cirebon. Kombinasi sederhana itu membuat cita rasa tradisionalnya lebih semakin terasa.
Temukan juga Tempat makan romantis buat Dinner di Bali
Kuliner Legendaris Lain yang Wajib Masuk Daftar
Selain empal gentong dan nasi jamblang, Cirebon masih memiliki banyak tempat makan yang usianya sudah puluhan tahun. Masing-masing menawarkan menu khas dengan rasa yang tetap dipertahankan hingga sekarang. Kalau waktu liburanmu cukup panjang, beberapa tempat berikut juga layak masuk daftar kunjungan.
1. Docang Pak Kumis
Docang merupakan makanan khas Cirebon yang terdiri dari lontong, daun singkong, tauge, parutan kelapa, kerupuk, dan siraman kuah dage yang gurih. Rasanya unik karena memadukan gurih, sedikit pedas, dan aroma daun singkong yang khas.
Docang Pak Kumis menjadi salah satu penjual docang yang cukup terkenal di Cirebon. Lokasinya berada di Jalan Siliwangi. Harga satu porsinya sekitar Rp15.000 hingga Rp20.000 sehingga cocok untuk menu sarapan.
2. Mie Koclok Panjunan
Mie koclok merupakan hidangan mie dengan kuah kental berbahan santan dan kaldu ayam. Isinya terdiri dari mie kuning, suwiran ayam, telur rebus, tauge, dan taburan bawang goreng.
Mie Koclok Panjunan sudah lama menjadi favorit masyarakat Cirebon. Lokasinya berada di kawasan Panjunan dengan harga sekitar Rp20.000 hingga Rp30.000 per porsi.
3. Tahu Gejrot Kanoman
Belum lengkap rasanya datang ke Cirebon tanpa mencicipi tahu gejrot. Potongan tahu goreng disiram kuah gula merah, bawang putih, cabai, dan asam jawa sehingga menghasilkan perpaduan rasa manis, gurih, pedas, dan segar.
Di kawasan Pasar Kanoman, kamu bisa menemukan banyak penjual tahu gejrot yang sudah berjualan selama bertahun-tahun. Harga satu porsi biasanya mulai dari Rp10.000 sehingga cocok dijadikan camilan saat berkeliling kota.
4. Sate Kalong Hj. Drajat
Meski namanya sate kalong, makanan ini sama sekali tidak menggunakan daging kelelawar. Sate ini dibuat dari daging kerbau yang dimarinasi menggunakan bumbu manis sebelum dibakar. Nama kalong muncul karena penjualnya mulai berjualan pada malam hari.
Sate Kalong Hj. Drajat sudah menjadi salah satu kuliner malam legendaris di Cirebon. Lokasinya berada di Jalan Lemahwungkuk. Harga per porsinya berkisar Rp30.000.
Kalau kamu sedang merencanakan perjalanan ke Kota Cirebon, sempatkan untuk mampir ke beberapa rekomendasi di atas agar pengalaman wisatamu lebih lengkap. Dengan mengunjungi tempat makan legendaris di Cirebon, kamu akan merasakan sejarah panjang yang tersaji dalam setiap hidangan.


Comments
Post a Comment
Terimakasih telah singgah di Musafir Lalu.
Tinggalkan jejak pemikiran dan perasaanmu di kolom komentar.